Header Ads

test

Gaya & Sikap Kepemimpinan

 
Sebagai penyelia restoran tentu harus siap menanggung risiko yang dihadapi. Penting dipahami bahwa bekerja di restoran tentu berbeda dengan bekerja di kantor. Usaha sektor jasa ini akan memaksa 80% waktu Anda untuk bekerja. Apakah ini hanya omong kosong? Jelas tidak, nyatanya bahwa bekerja di restoran tidak menjamin libur Anda teratur. Bahkan tidak jarang hari raya seperti Lebaran pun tetap bekerja. Bila Anda tidak memahami dan tidak menyanggupi risiko ini sebaiknya tidak bekerja di restoran.
Tidak hanya sebatas itu, mental bekerja di restoran perlu mengetahui hal-hal mendasar. Anda harus mengenal apa yang dijual dalam bisnis restoran, meliputi produk makanan dan minuman, pelayanan dan suasana.
Untuk memberikan kesan baik sebuah restoran kepada para pelanggan adalah melalui penampilan Anda. Penampilan rapi membuat siapapun nyaman melihat Anda. Diawali dari perawatan diri (personal grooming), antara lain, rambut rapi dan pendek (pria) & rambut selalu diikat (wanita), seragam bersih & rapi, bersepatu & berkaos kaki hitam, sepatu bersih & mengilap serta kaos kaki dicuci setiap hari. Begitu pula higiene pribadi, setidaknya kuku selalu digunting dua minggu sekali, dibersihkan tiap hari dan tidak menggunakan cat kuku (wanita). Jadikan pula hal ini sebagai kebiasaan, seperti mencuci tangan sebelum makan, jaga kebersihan lingkungan dan mengganti pakaian setiap hari.
Hal-hal dasar dan wajib tersebut perlu dimiliki bagi setiap staf restoran, terlebih penyelia. Harus bisa menunjukan bahwa Anda seorang penyelia restoran. Oleh sebab itu, perlu diketahui apa saja sikap dan perilaku yang harus diterapkan penyelia, antara lain:
- Bersikap tegas, sopan dan santun
- Mampu memberikan contoh yang baik
- Tidak bercanda selama bertugas
- Berbicara menggunakan bahasa yang baik
- Hindari komunikasi bahasa gaul dengan tamu
- Tidak menunjukkan perilaku aneh
- Tidak bersandar selama bekerja
- Tidak duduk-duduk selama bekerja
- Menghormati orang lain
- Bisa bekerja sama dengan teman kerja
- Tidak bermalas-malas dan tidak loyo
- Mempunyai motivasi kerja baik
- Tidak memaksakan kehendak
- Semangat dan riang bergaul
Mengapa sikap dan perilaku ini perlu diterapkan bagi seorang penyelia? Selain menjadi contoh atau teladan bagi bawahan, sikap dan perilaku tersebut membentengi Anda ketika melayani tamu/pelanggan. Sebenarnya siapa pelanggan Anda? Pelanggan Anda tidak lain adalah orang lapar yang mudah emosi dan mudah marah. Mereka datang ke restoran bertujuan untuk melepas lapar dan dahaga. Jadi, jangan heran bila mereka cenderung sensitif dan mudah marah.
Penyelia juga harus memiliki standar kerja yang menjadi acuannya. Setidaknya ada 14 poin yang menjadi standar kerja bagi seorang penyelia, antara lain:
1. Memahami peran dan fungsi sebagai pengawas
2. Membangun suasana kerja yang positif
3. Melaksanakan sikap kepemimpinan
4. Mengembangkan keterampilan berkomunikasi yang baik
5. Menerapkan sistem kerja yang objektif
6. Memberikan pelajaran kepada bawahan
7. Membuat evaluasi hasil kerja bawahan
8. Memberi tugas yang jelas kepada bawahan
9. Member dorongan kepada bawahan agar bekerja lebih baik
10. Membuat keputusan dan mengatasi masalah di restoran
11. Membuat rencana kerja dan dilaksanakan bersama bawahan
12. Berpenampilan bersih dan rapi
13. Memperhatikan tamu yang datang
14. Bisa bekerja sama dengan semua teman kerja.
Memimpin bawahan menjadi tugas utama penyelia. Seorang penyelia harus mampu menyelesaikan masalah yang ada. Memberikan dorongan kepada bawahan, memotivasi, mempertimbangkan usulan dan ide yang mereka sampaikan. Penting diketahui bagi penyelia yakni tidak melakukan kritik kepada mereka.
Kemudian mulailah bekerja dengan etos kerja yang baik. Ada empat etos kerja yang diperlukan penyelia, antara lain ibadah, seni, amanah, dan pelayanan.
Jadikan kerja ini sebagai ibadah, yakni dilakukan dengan pengabdian total, sepenuh hati dan penuh cinta. Anggaplah kerja adalah seni dengan mencerminkan kebersihan, kerapian, kreativitas, inovasi, imajinasi dan keartistikan. Lakukan pekerjaan ini atas dasar amanah karena tanggung jawab terhadap jabatan, pelanggan, bawahan dan segala aset maupun fasilitas kerja. Kerja juga berarti melayani yakni memberikan pertolongan secara lugas dan ikhlas. Menjadi penyelia juga wajib memiliki jiwa sebagai pembina, pengayom, dan komandan yang tegas.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.